Email : oposisi2015@gmail.com... Pusat : Jl. Hayam Wuruk, No 79, Kota Kediri...Sekretariat : Jl. Trunojoyo, Gg. Mayang, No 1/20, Ngawi, Jawa Timur
Home » , » Gerakan Pilah Sampah Dari Rumah Dalam Rangka Memacu Pengurangan Sampah

Gerakan Pilah Sampah Dari Rumah Dalam Rangka Memacu Pengurangan Sampah

Written By BBG Publizer on Jumat, 15 November 2019 | 18.53

Rumah sampah di Bank Sampah " Mojorejo Asri " Desa Grudo , Kecamatan Ngawi Kab Ngawi , Jawa Timur  


Ngawi, OposisiNews.co.id - Dalam rangka mendukung dan mengimplementasikan Jakstranas dan Jakstrada pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah rumah tangga yang dititikberatkan pada pengurangan sampah maka daerah dihimbau untuk melaksanakan Gerakan Nasional Pilah Sampah Dari Rumah. Masalah sampah adalah masalah yang sangat massif. Sangat membutuhkan peran serta masyarakat dalam pengelolaannya.

Gerakan pilah sampah dari rumah dilaksanakan paling tidak dengan memilah sampah menjadi tiga klasifikasi yaitu organik, anorganik dan residu. Diharapkan sampah yang diangkut ke TPA nanti hanya yang berupa sampah residu saja.

Sampah Plastik , siap didaur ulang
Sedangkan untuk organik bisa dimanfaatkan untuk pembuatan kompos dan yang anorganik seperti plastik, kertas, logam dll bisa disetorkan ke bank sampah. Jadi dalam gerakan pilah sampah dari rumah ini peran bank sampah sangat diperlukan. Sehingga Dinas lingkungan hidup gencar dalam pembinaan bank sampah.

Dari semua hal tentang pengelolaan sampah pada intinya adalah kesadaran dan kepedulian masyarakat. Ketika masyarakat peduli dan manyadari bahayanya sampah ketika tidak dikelola dengan baik, maka semua masalah persampahan tidak akan ada. Peran serta masyarakat dalam pengelolaan sampah adalah kunci utama dari keberhasilan program  pengelolaan sampah.

Ayaman tas plastik dari sampah plastik yang siap dipasarkan
Dengan refrensi pembanding guna menumbuhkan kesadaran masyarakat yang rata-rata menghasilkan sampah sebanyak 800 gram setiap harinya, berarti dalam setahun  menyumbang sampah seberat 292 Kg sampah yang dihasilkan  satu orang , terbayangkan berapa banyaknya sampah yang dihasilkan kelompok masyarakat setiap tahunnya? karena itulah pentingnya melakukan pengelolaan sampah di rumah dengan cerdas..

Tujuan pengelolaan sampah adalah membuat sampah memiliki nilai ekonomi atau merubahnya menjadi bahan yang tidak membahayakan lingkungan. Dengan pengelolaan sampah rumah tangga yang benar, maka akan membantu untuk menekan dampak negatif sampah terhadap lingkungan.

Bagaimana  cara pengelolaan sampah yang benar di rumah? Berikut tutorialnya :

1. Pisahkan Sampah Sesuai Dengan Jenisnya
Langkah pertama sistem pengelolaan sampah di rumah adalah memisahkan sampah berdasarkan jenisnya. Secara garis besar sampah bisa dipisahkan menjadi dua jenis, yaitu sampah organik dan anorganik.
Sampah organik adalah sampah yang berasal dari alam. Seperti sisa makanan atau daun. Sementara sampah plastik, karet, kaca dan kaleng masuk ke dalam kategori sampah anorganik.
Dengan memisahkan sampah organik dan anorganik, akan memudahkan  dalam pengelolaan sampah di rumah .

2. Pengelolaan Sampah Organik
Cara pengelolaan sampah organik  paling mudah dan simpel adalah dengan membuatnya menjadi pupuk kompos yang dapat kamu gunakan untuk berkebun. Bahkan sangat memungkinkan  dikemas untuk dikomersialkan yang diyakini bisa meningkatkan pendapatan keluarga melalui prodak pupuk kompos .

3. Pengelolaan Sampah Anorganik
Sebagian sampah anorganik dapat didaur ulang, seperti kertas, kardus, botol kaca, botol plastik, kaleng dan lainnya. Jika terdapat logo daur ulang, maka kemasan makanan tersebut dapat didaur ulang dipusat daur ulang seperti dirumah sampah yang dikelola oleh Bank Sampah , yang pasti ada nilai komersialnya sesuai kesepakatan yang telah disepakati .

4. Pengelolaan Sampah Berbahaya
Sama halnya sampah Anorganik pengelolaan sampah berbahaya bisa didaur ulang  yang biasanya melibatkan pihak ke 3  agar tidak berdampak pada lingkungan. Seperti sampah elektronik biasanya ada yang bisa dikembalikan pada perusahaan yang memproduksinya untuk diolah menjadi barang baru lagi .

5. Reduce, Reuse and Recycle!
Budayakan gaya hidup Reduce, Reuse and Recycle atau biasa dikenal dengan 3R, adalah gaya hidup menghemat penggunaan plastik karena  sampah plastik  tidak mudah terurai . Biasakan untuk mengurangi pemakaian plastik atau bahan-bahan lain yang sulit terurai. Penanganan sampah plastik diperlakukan / dimanfaatkan untuk pot tanaman dan kerajinan anyaman tas . Untuk Kerajinan yang berasal dari sampah plastik biasanya melibatkan pemerintah melaui Dinas Lingkungan Hidup dengan mengadakan pelatihan pada masyarakat

Terakhir, jangan lupa untuk selalu mendaur ulang sampah-sampah yang dapat didaur ulang kembali. Dengan membawa sampah tersebut ke pusat daur ulang,  Bank sampah kita telah ikut menjaga kesehatan lingkungan dari bahaya sampah. ( Adv KLH Ngawi )
Share this article :

0 komentar:

OPOSISI NEWS VERSI CETAK

Icon