Email : oposisi2015@gmail.com... Pusat : Jl. Hayam Wuruk, No 79, Kota Kediri...Sekretariat : Jl. Trunojoyo, Gg. Mayang, No 1/20, Ngawi, Jawa Timur
Home » » DESA TEGAL SUMEDANG KABUPATEN BANDUNG TERANCAM PUSO DAMPAK KEMARAU PANJANG

DESA TEGAL SUMEDANG KABUPATEN BANDUNG TERANCAM PUSO DAMPAK KEMARAU PANJANG

Written By BBG Publizer on Sabtu, 02 November 2019 | 21.18


Sumedang , Oposisinews.co.id - Kemarau panjang 2019 menjadikan kekhawatiran bagi para petani khususnya di wilayah Kabupaten Bandung Jawa barat. Berkurangnya debit air dampak musim kemarau yang panjang dikantong-kantong air ( Sungai , empang , situ , waduk, air tanah ) yang mulai kering mengancam ketersedian air bersih berpotensi menurunnya tingkat kesehatan masyarakat serta tidak kalah penting minimnya pengairan lahan pertanian yang berakibat PUSO ‘ Gagal Panen ‘ tahun ini di sejumlah wilayah pertanian di Bandung

Salah satu yang terdampak dari musim kemarau yang panjang tahun ini di wilayah Bandung adalah Desa Tegal Sumedang .
Kepala desa Tegal Sumedang . Drs.Jajang Ma'ruf Nur'aidin saat ditemui oposisinews diruang kerjanya (Selasa,29/10) mengatakan, " Pihaknya sudah melakukan berbagai upaya dalam menyikapi musim kemarau ini, diantaranya menyiapkan pompa - pompa air untuk menyedot sumber air dari dalam tanah supaya bisa menyirami tanaman dan mengairi tanah persawahan, mengingat sumber air disungai dan empang sudah tidak ada." Namun usaha tersebut ternyata masih belum menuai hasil maksimal karena sumber air dari dalam tanah pun sudah sangat minim.

Kepala desa Tegal Sumedang menghimbau kepada warganya agar mengantisipasi potensi bahaya kebakaran yang sering terjadi dimusim kemarau, juga untuk sementara waktu warganya tidak melakukan aktivitas dibidang pertanian melainkan aktivitas diluar sektor pertanian demi menjaga kerugian yang diakibatkan gagal panen dan meningkatnya biaya operasional tanam, sampai musim penghujan tiba.


"Dengan melihat kondisi iklim seperti ini dimana BMKG telah memprediksikan bahwa curah hujan untuk wilayah Jawa barat masih rendah sampai dengan Oktober 2019, dan puncak musim hujan diprediksi pada Januari - Februari 2020, masyarakat diharapkan agar senantiasa menjaga kesehatan, dan tetap waspada karena pada saat puncak musim penghujan akan datangnya bencana tahunan ‘ banjir". Pungkas Jajang MN . (Hrp)
Share this article :

0 komentar:

OPOSISI NEWS VERSI CETAK

Icon