Email : oposisi2015@gmail.com... Pusat : Jl. Hayam Wuruk, No 79, Kota Kediri...Sekretariat : Jl. Trunojoyo, Gg. Mayang, No 1/20, Ngawi, Jawa Timur

OPOSISI TERKINI

Oposisi Update

Tiga Elemen Masyarakat Kediri Buka Kran Komunikasi Dengan Dinsos

Written By BBG Publizer on Selasa, 24 November 2020 | 16.37

 


Kediri,OposisiNews.Ci.Id-TRCPPA Kabupaten Kediri, Komunitas Kurawa ( Kurir Amal Wates ) bersinergi dengan Lembaga Swadaya Masyarakat Gerak Indonesia (LSM-GI Gerak ) adakan silaturahmi di Kantor Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Kediri

Kegiatan Silaturohim oleh tiga elemen masyarakat  tersebut dalam rangka menjalin kemitraan dan komunikasi lebih baik antar lembaga di tinggkat bawah terkaid dengan leding sektor sosial dan adminitrasi  dibawah naungan Dinsos.

Kegiatan bertempat di Kantor Dinas Sosial Kabupaten Kediri, selasa (24/8/2020) Suharsono kepala Dinsos Kabupaten Kediri merespon inisiasi yang diprakarsai tiga elemen masyarakat Kediri.

M Rifai ketua TRCPPA Kab. Kediri menyampaikan masukan kepada Dinsos Kediri untuk memprioritaskan bantuan ke anak-anak yang terkendala administrasi, serta penanganan terhadap anak-anak yang terlantar dan putus sekolah.

Sementara , Munir Snw Kordinator Komunitas KURAWA (Kurir Amal wates) berharap agar pihak Dinsos lebih perhatian untuk kemasyarakat yang kurang mampu yang belum mendapat bantuan karena terkendala data indentitas.

Menanggapi hal itu, Suharsono Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kabupaten Kediri mengatakan terima kasihan atas kehadiran dan masukan dari TRCPPA kabupaten, LSM -GI dan komunitas Kurawa yang memberi masukan positif kedinas sosial dan Dinsos akan memprioritaskan masukannya dan menjadi agenda di rapat dinas untuk menentukan langkah dan evaluasi . ( WN )

Relawan gotong royong(RGR) bakti sosial untuk ekonomi produktif pelatihan disabilitas membuat sabun cuci piring


Kediri,OposisiNews.Co.Id-
Relawan Gotong Royong Minggu pagi , 09.00wib melakukan Pelatihan Disabilitas untuk saudara kita yang menyandang  disabilitas membuat sabun cuci piring, bertempat di Pendopo exs kawedanan ngadiluwih,22/11/2020

Penyandang disabilitas fisik maupun mental,tidak bisa dipungkiri mereka  merasakan efek yang berbeda dari orang kebanyakan dalam melaksanakan rutinitas kegiatan.

Dalam kesempatan itu  Relawan Gotong Royong  ( RGR ) yang bermarkas di Kota Kediri kembali menggerakkan berbagai elemen, yaitu dinas sosial dalam rangka untuk menggalang kepeduliannya dalam berbagai bentuk , salah satunya dengan turun kelapangan / Bakti sosial untuk mengadakan pelatihan pembuatan sabun cuci piring pada penyadang disabilitas.

Bhakti sosial bertajuk RGR share to skill atau bakti sosial untuk ekonomi produktif pelatihan disabilitas membuat sabun cuci piring di ngadiluwih kabupaten kediri diharapkan mampu memberi nilai lebih pada penyandang disabilitas Kediri.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut , perwakilan dari dinas sosial, Diah Saktiana Kabid rehabilitasi sosial,  dan Umi Salamah ketua disabilitas kabupaten kediri.

Umi Salamah Ketua Perkumpulan Penyandang Disabilitas berharap, ada program bantuan pemerintah yang lebih relevan yang berkesinambungan untuk pegangan hidup difabel disituasi sulit seperti ini,saudara saudara kita penyandang disabilitas sangatlah membutuhkan bantuan kita,  mereka membutuhkan pembekalan dan pelatihan karena saat ini komunitas disabilitas tidak memiliki penghasilan yang bisa diandalkan.

Diharapkan dengan pelatihan yang diprakarsai Relawan Gotong Royong Kediri , kaum disabilitas kediri bisa mendapatkan keahlian / skill dan dapat memberikan edocasi pada sesama kaum disabilitas.

"Kami sangat berterima kasih kepada bunda Irma Yulianti dan kawan kawan atas bantuannya, karena kami juga ingin bisa berperan seperti masyarakat lain ( Sehat ) , tidak dipandang sebelah mata serta mampu bertahan dimasa sulit seperti ini ", ungkap salah satu peserta pelatihan

Sementara itu Irma Yulianti. Koordinator RGR mengatakan," Kegiatan Pelatihan seperti ini sudah menjadi rutinitas dilakukan RGR dan kami akan terus  membantu masyarakat yang perlu di bantu termasuk saudara kita penyandang disabilitas.  Bersama teman -teman RGR kami terus bergerak untuk membantu masyarakat ," ucapnya.(WN,IS)

Pelaku Pembunuhan Ibu Rumah Tangga Di Tulungagung Di Ancam Hukuman 20 Tahun Penjara

Kapolres Tulungagung, Saat Gelar Konferensi Pers Di Halaman Mapolres Tulungagung 

TULUNGAGUNG.OposisiNews.co.id-
Kasus pembunuhan tragis terhadap ibu rumah tangga yang terjadi di dusun Tanggung, RT 03, RW 02, Desa Suruhan lor, kecamatan Bandung, kabupaten Tulungagung berhasil diungkap.

Pelaku.Saat Diamankan Petugas 

Hal tersebut seperti yang di sampaikan Kapolres Tulungagung, AKBP. Handono Subiakto, S.H.,S.I.K., M.H., saat menggelar konferensi pers di halaman Mapolres Tulungagung. Senin (23/11/2020). 

Kapolres Tulungagung, AKBP. Handono Subiakto, S.H.,S.I.K., M.H., mengatakan bahwa tersangka BS (28th), yang merupakan tetangga korban tega menghabisi nyawa Ni'maturrohmah (45th), lantaran sakit hati dan dendam, karena sering ditegur dan dituduh maling oleh suami korban, karena sering mengambil air di masjid 

"Tersangka merasa sakit hati dan dendam karena perlakuan suami korban. Lalu tersangka dalam beberapa hari mengamati kebiasaan suami korban dan korban. Selanjutnya tersangka mencari waktu yang tepat untuk melakukan pembunuhan," kata Kapolres di hadapan awak media.  

Kapolres menyampaikan, saat melakukan aksinya, tersangka masuk melalui pintu depan rumah korban yang tidak terkunci, lalu bersembunyi dibawah/kolong tempat tidur yang ada kelambunya di ruangan tengah.

"Di saat rumah korban dalam keadaan kosong, ditinggal Nuril Huda (suami korban) dan Ni'maturrohmah (korban) melaksanakan sholat isya' berjamaah di masjid, tersangka masuk ke rumah korban yang tidak terkunci lalu bersembunyi di kolong tempat tidur di ruang tengah rumah korban," terangnya.

Lanjut Kapolres, Setelah selesai melaksanakan sholat isya', suami korban dan korban pulang kerumah, dan sesampainya di rumah, suami korban berpamitan untuk melaksanakan yasinan rutin tiap malam Jumat di rumah Samsudin alm. 

Kapolres mengungkapkan, pada saat dirumah sendirian, korban duduk-duduk diatas tempat tidur diruang tengah sambil melihat acara tv, kemudian tersangka BS lantas keluar dari tempat persembunyiannya dari arah belakang.

 Tersangka kemudian menghampiri korban dan membekap mulut korban dengan tangan kanan sedangkan tangan kiri tersangka memegangi kepala korban.

"Karena korban berontak, akhirnya kepala korban oleh tersangka dibenturkan ke lantai sebanyak enam 6 kali. korban berteriak, selanjutnya tersangka memukulkan dingklik (kursi kecil) ke kepala korban dua (2) kali dan memukulkan alat bor listrik yang mengenai kepala belakang korban bagian bawah satu (1) kali dan memukulkan sebuah tang ke arah leher korban sebelah kiri sebanyak dua (2) kali hingga korban meninggal dunia," ungkapnya.

Barang Bukti Yang Diamankan Petugas 

Petugas berhasil mengamankan barang bukti (BB) berupa satu (1) buah kaos warna hitam dan satu (1) buah sarung warna merah milik tersangka. Sedangkan barang bukti milik korban berupa satu (1) buah dingklik ( kursi kecil), satu (1) buah bor listrik, satu (1) buah tang yang digunakan tersangka untuk membunuh korbannya. 

Selain itu polisi juga mengamankan barang bukti lain berupa satu (1) buah baju pendek warna merah, satu (1) buah rok warna merah yang dipakai korban saat kejadian perkara dan tiga (3) buah gigi korban yang tanggal jatuh dilantai.

Kapolres menandaskan, atas perbuatan tersebut, pelaku dikenakan pasal 340 subsider 338 KUHP subsider Pasal 338. 

"Tersangka diancam hukuman 20 tahun penjara," pungkasnya.( AG )


Pewarta : A.purnomo


Peringati Hari Jadi Kabupaten Tulungagung Ke-815, Rampak Sarinah Sosialisasi Budaya Berkebaya

Written By BBG Publizer on Minggu, 22 November 2020 | 20.55

HUT Tulungagung ke 815.doc

TULUNGAGUNG.OposisiNews.co.id-
Kebaya adalah warisan budaya Indonesia yang dipercaya sudah ada sejak masa para leluhur. Tumbuhnya kesadaran mengenai kekayaan budaya Indonesia membuat kebaya kembali menjadi perhatian masyarakat dan pemerintah.

Dengan semangat ingin melestarikan kebaya sebagai budaya asli Indonesia, Rampak Sarinah Tulungagung mengadakan Sosialisasi Budaya Berkebaya dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Tulungagung yang ke-815 di pendopo Kongas arum Kusumaning Bangsa. Minggu, (22/11/2020).

Bupati Tulungagung
Acara yang dibuka oleh Bupati Tulungagung juga dihadiri oleh Sekda Tulungagung, OPD terkait, dan peserta sosialisasi yang berjumlah kurang lebih 150 orang.

Dalam laporannya ketua panitia Rampak Sarinah, Rindu Rikat mengatakan maksud dan tujuannya untuk melestarikan kebaya sebagai  busana kabupaten. Rampak Sarinah Tulungagung bersama pelaku dan, pecinta budaya Tulungagung mengharapkan kedepan Kabupaten Tulungagung dapat menggunakan kebaya atau baju adat daerah sebagai seragam dalam bekerja maupun bersekolah yang digunakan pada hari tertentu dalam setiap minggunya.

Rindu Rikat.Ketua Panitia
Rampak Sarinah
"Dengan maksud melestarikan budaya berkebaya sebagai busana nasional dan mewujudkan program nasional yaitu pemajuan kebudayaan," ucapnya.

Dalam sambutannya, Bupati Tulungagung, Drs. Maryoto Birowo, M.M., mengatakan bahwa, sebagai Pemerintah Kabupaten Tulungagung mengapresiasi dengan adanya kegiatan ini, nantinya akan mengkaji untuk menerbitkan aturan bagi ASN, pelajar, pegawai swasta maupun pejabat politik untuk bisa mengenakan kebaya atau baju adat daerah sebagai seragam dihari tertentu dalam setiap minggu.

 "Maka nantinya kita terbitkan aturan itu di Kabupaten Tulungagung akan memiliki budaya berbusana adat daerah dan dapat menjadi Lifestyle bagi generasi-generasi penerus bangsa serta dapat menjadikan ikon Tulungagung yang memiliki Kabupaten beragam budaya dan dapat mendorong bagi pengusaha maupun industri fashion di Kabupaten Tulungagung." ujar bupati.

Selain itu menurut Maryoto, budaya berkebaya tersebut merupakan budaya jawa yang harus di lestarikan bersama. 

"Dan jangan sampai generasi penerus kita nantinya tidak mengenal atau mengetahui tentang kebaya yang merupakan busana khas jawa yang biasa kita kenakan dalam acara – acara tertentu," pungkasnya.( AG )

Pewarta : A.purnomo.

KORDA TRCPPA(tim reaksi cepat perlindungan perempuan dan anak) kab,kediri audiensi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten

Written By BBG Publizer on Jumat, 20 November 2020 | 10.51


Kediri.OposisiNews.Co.Id-
Kegiatan Audensi KORDA TRCPPA kabupaten Kediri dalam agenda Pembahasan Sistem Kesehatan Daerah khususnya di kabupaten Kediri tentang Pelayanan Kesehatan di Puskesmas, Mekanisme Ambulance, yang harapannya membuahkan hasil positif."19/11/20

dr.Bambang Triono Putro Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, menyampaikan, dalam audiensi yang dilakukan KORDA TRC PPA , memberikan beberapa hal yang sifatnya masukan dan koreksi terkait pelayanan di Puskemas Dan, ini sangat bermanfaat.

Pertama, meningkatkan kualitas pelayanan di Puskesmas Kedua, adanya pandangan dimasyarakat dalam melayani pasien yang mengunakan BPJS dengan mandiri, 

Ketiga pelayanan ambulan Puskesmas, dan keempat adanya miss komunikasi, seperti,apa yang harus dilengkapi dalam Jamkesda dan sebagainya,"ucapnya.

dr Bambang Triono Putro Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, menambahkan, untuk itu pihaknya akan mengevaluasi jajaran di Puskesmas agar menerapkan 5 S. Lebih sabar dalam pelayanan kepada masyarakat. pungkasnya

Ditempat terpisah M rifai Ketua KORDA TRCPPA kabupaten Kediri mengatakan, kegiatan audensi hari ini dilakukan bertujuan untuk membahas pelayanan kepada masyarakat yg lebih baik dan pro rakyat, khususnya di Puskesmas, agar mengalami kemajuan atau perbaikan, baik layanan di dalam perawatan, pengobatan, sampai pengunaan Ambulance, agar dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat yg sangat membutuhkan.

Sesuai Tupoksi dari Puskesmas, Pusat Kesehatan Masyarakat. Tadi, dr Bambang Triono Putro Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri,  menyambut baik masukan kami. Tentang pelayanan masyarakat sehingga terwujudnya pelayanan untuk masyarakat,ucapnya ( WN-IS )

Reporter.Wondo,Iskak

Akibat Ledakan Kompor Gas Satu Rumah Warga Ludes


Blora. OposisiNews.Co.Id -
Jum'at (20.11.2020)Satu rumah warga ludes di lalap si jago merah, sumber api di duga api dari ledakan kompor gas elpiji yang berada di dalam rumah Budiarto Wibowo yang berada di Lingkungan Turibang  Rt.01 Rw 08 yang berada di Jalan Gajah Mada Cepu

Dari liputan awak berita OposisiNews di lokasi kejadian ' TKP ' , api dengan cepat menghanguskan isi dalam rumah , terlihat petugas damkar dengan melibatkan warga sekitar dan dibantu Mobil Damkar milik EP Pertamina dan Migas Cepu selama kurang lebih 1 jam berusaha menjinakkan amukan si Jago Merah untuk mengatisipasi meluasnya api di lingkungan yang padat penduduk. 

Menurut saksi mata , Anjar  (45 th) selaku RT setempat mengatakan  kebakaran  terjadi diduga  karena ledakan  kompor gas  di dalam rumah Budiarto , hingga berita ini diterbitkan kerugian meterial dan Non material masih terpantau oleh awak berita . ( WY )

Kota Kediri Terima Piagam Penghargaan Jatim Bejo, Walikota Kediri Harapkan UMKM Kota Kediri Makin Banyak yang Go Digital


Kediri.OposisiNews.Co.Id -
Kota Kediri terpilih menjadi salah satu dari 4 kabupaten/kota di Jawa Timur yang menerima piagam penghargaan atas komitmen untuk perubahan budaya kerja menuju modernisasi pengadaan barang/jasa dan meningkatkan peran serta pelaku UMKM Jawa Timur. Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar hadir dan menerima piagam penghargaan tersebut yang diserahkan oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. 

Penghargaan ini diserahkan dalam acara _Launching_ Pemanfaatan _e-marketplace_ pengadaan barang/jasa melalui toko daring Jawa Timur Belanja Online (Jatim Bejo), Si Master dan Si Layar, yang  bertempat di Dyandra Convention Center Surabaya, Kamis (19/11). 

Dalam sambutannya, Gubernur Jawa Timur mengatakan berbagai inovasi harus diinisiasi, berbagai kreativitas yang bisa melahirkan efektivitas dan efisiensi serta transparansi harus dilakukan. Salah satunya adalah transformasi digital. Proses transformasi digital harus dilakukan karena masing-masing OPD sudah memiliki aplikasi masing-masing. Hal yang dibutuhkan adalah sinergitas, konektivitas dan _big data_. Sehingga dari satu sumber bisa mengakses banyak informasi. 

Selain transformasi digital, Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim menambahkan sumber daya manusia yang profesional juga dibutuhkan dan harus disiapkan. Jatim Bejo inilah merupakan bagian dari transformasi digital.

Saat ditemui, Wali Kota Kediri mengatakan dalam hal modernisasi pengadaan barang dan jasa sebenarnya Kota Kediri sudah sejak lama membuat terobosan-terobosan. Namun memang pandemi ini diperbolehkannya UMKM-UMKM Kota Kediri untuk masuk ke _marketplace_ yang sudah bekerjasama dengan Jatim Bejo ini membuat senang. Hal ini berarti, Pemkot Kediri sudah bisa belanja di _marketplace_ tersebut dan dapat memperkuat UMKM-UMKM yang ada di Kota Kediri. 

Lebih lanjut, Wali Kota Kediri Abdullah Abu bakar berharap dengan semakin banyak UMKM yang _go digital_ dan tergabung dalam Jatim Bejo ini bisa memenuhi kebutuhan Pemerintah Kota Kediri. “Jadi kita _nggak_ usah jauh-jauh ambilnya dari situ saja. Ini harapan saya seperti itu. Tetapi memang ada caranya yaitu tergabung dalam MBiz. Tentu itu meningkatkan akuntabilitasnya juga. Seperti harapannya Pak Presiden,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Kota Kediri Muklis Isnaini mengatakan bahwa Kota Kediri sudah menggunakan Jatim Bejo ini mulai tahun ini 2020. Namun penggunaan Jatim Bejo untuk pengadaan barang jasa masih terbatas hanya pada bagian-bagian di Sekretariat Daerah Kota Kediri dan juga Dinas Koperasi dan UMTK saja. Di tahun depan rencananya akan diterapkan di seluruh organisasi Pemerintah Daerah (OPD) Kota Kediri. 

“Kota Kediri terpilih menjadi salah satu penerima penghargaan karena sudah bergabung dan melakukan transaksi pada Jatim Bejo. Hal itu yang dilihat oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur bahwa ada komitmen yang tinggi untuk memajukan dan meningkatkan peran UMKM. Ada sekitar 40 UMKM yang sudah bergabung dalam Jatim Bejo ini. Jadi intinya bagaimana Pemerintah Kota Kediri mendorong peran UMKM untuk memenuhi kebutuhan barang jasa di Kota Kediri dan Pemerintah Kota Kediri komitmen di dalam anggarannya untuk belanja kepada UMKM melalui Jatim Bejo,” tambahnya.

Selain Kota Kediri, daerah lain yang menerima penghargaan yaitu Kabupaten Bondowoso, Kabupaten Gresik dan Kabupaten Lumajang. 

Hadir pula dalam kegiatan ini Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Nurul Ghufron, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Jawa Timur Jumadi, jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Kepala Daerah se-Jawa Timur.( WN )

HANGUS!!Toko Bibit Minyak Wangi Dan Kimia ‘ SARI WANGI ‘ Dilahap Si Jago Merah


Kediri,OposisiNews.Co.Id –
Toko Bibit Minyak Wangi dan Kimia ‘ SARI WANGI’ di Jalan HOS Cokro Aminoto no. 1 Kota Kediri Jawa Timur, ludes dilahap si Jago Merah, pada Kamis ( 19/11/2020) malam.

Informasi jurnalis oposisinews yang diterima, kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 22.30 WIB. Salah satu Warga Kota Kediri menyebut kebakaran tersebut pertama kalinya dari lantai 3.

Toko Bibit Minyak Wangi dan Kimia ‘ SARI WANGI’ itu memiliki 3 lantai. Lantai 3 yang terbakar tersebut adalah gudang, lantai 2 adalah ruang administrasi dan lantai 1 adalah Toko untuk jualan minyak wangi,terang warga sekitar/saksi mata dalam keterangannya, kamis (19/11).

Kemudian, warga tersebut menginformasikan kejadian tersebut kepada pihak Satpol PP Kota Kediri dan dilanjutkan Damkar ( Pemadam Kebakaran) Kota Kediri.

Sesampainya Damkar tiba di lokasi lalu melakukan pemadaman kebakaran. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut,kerugian di tafsir ratusan juta katanya.

Menurut keterangan saksi pada saat terjadi kebakaran terdengar suara letupan yang diduga dari metanol yang tersimpan dalam wadah tertutup.(Suwondo, Iskak)

Sidoarjo Menetapkan Pilkades Dilaksanakan 20 Desember 2020


SIDOARJO - OposisiNews.co.id -
Tahapan baru Pilkades tahun 2020, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, melaksanakan  rapat persiapan Pilkades seretak gelombang ketiga Kabupaten Sidoarjo Tahun 2020.kamis ,19/11/2020.

Rapat ini dilaksanakan bersama Komisi A DPRD Sidoarjo, Asisten Tata Pemerintahan dan Kesra, Kodim 0816, Polresta Sidoarjo, Dinas Kesehatan, dan camat se Kabupaten Sidoarjo, di  ruang Rapat Delta Wicaksana Gd. Setda Kabupaten Sidoarjo.

Tahapan Pilkades sempat dihentikan mulai tanggal 30 Maret – 26 Oktober 2020 karena pandemi covid 19. 

“Tahapan pilkades, saat ini telah dibentuk 174 dari 175 panitia desa peserta Pilkades serentak gelombang ketiga, satu Desa tidak dapat menetapkan calon Kadesnya,  dengan jumlah Daftar Pemilih Sementara (DPS) 646.265 pemilih,” jelas Suprayitno, S.STP., M.HP., Kabid Pemerintah Desa.

Dari 174 desa yang telah melakukan penetapan bakal calon kepala desa menjadi  calon kepala desa, ada 2 desa yang me ndapat gugatan dari bakal calon yang mendaftar, yakni Desa Prasung – Buduran dan Desa Sebani Tarik.

Masih menurut  Suprayitno, pelaksanaan Pilkades ini tetap mengacu pada protokol kesehatan. Dimana dukungan dari Pemkab Sidoarjo, rapid test panitia pilkades beserta aparat TNI/ Polri, Linmas, Satpol PP serta petugas tambahan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo. Untuk APBDes mengalokasikan anggaran recofusing covid 19 untuk TPS pada saat pelaksanaan.

“Harapan kami, Komisi A DPRD Kabupaten Sidoarjo, bahwa Pilkades ini tetap dilaksanakan pada tanggal 20 Desember 2020, protokol kesehatan harus dilakukan sebaik – baiknya, sehingga tidak ada dampak negatif,” jelas Pujiono, Komisi A DPRD Kabupaten Sidoarjo.

Kalau ini ditunda, mungkin tidak dilaksanakan di tahun 2020, dampaknya sangat besar , kasihan calon kades yang terbebani  dampak ekonomi dan dampak sosial sangat besar.

Sementara menurut Asisten Tata Pemerintahan dan Kesra, Ainur Rahman, menuturkan kebijakan pilkades ini ada 2 opsi yang dipilih oleh kabupaten/ kota peserta pilkades serentak, ada yang memilih dilaksanakan di tahun 2020 ada yang ditahun 2021. 

“Kabupaten Sidoarjo telah menetapkan pilkades akan kita laksanakan tanggal 20 Desember 2020 dengan Keputusan Bupati,” jelasnya. 

“Khusus Sidoarjo, pada bulan Desember juga melaksanakan Pilkada itu juga yang menyita ntenaga dan perhatian kita, sehingga harus  berbagi dalam pesta demokrasi untuk menetapkan pimpinan kita,” lanjutnya.

Diakhir kegiatan rapat Sekretaris Dinas PMD, Probo Agus Sunarno, S.Sos., MM, sharing para camat terkait persiapan teknis dan non teknis pelaksanaan pilkades di masing – masing desa. 

Selain mencegah timbulnya cluster baru covid 19, juga waspada terhadap la nina. Karena wilayah sidoarjo berpotensi badaI la nina.

Pada intinya semua desa  yang melaksanakan pilkades telah mempersiapkan dengan matang mulai dari protokol kesehatan hingga antisipasi jika turun hujan dan banjir.( Bag )

Bersih Nagari Peringatan Hari Jadi Ke-815 Kabupaten Tulungagung

Written By BBG Publizer on Kamis, 19 November 2020 | 06.36

Ketua DPRD Tulungagung Menyerahkan Pataka (panji) Lambang Kabupaten Tulungagung Kepada Bupati Maryoto Birowo  

Tulungagung .OposisiNews.co.id-
Pemerintah Kabupaten Tulungagung gelar acara Bersih Nagari dalam rangka peringatan Hari Jadi Ke-815 Kabupaten Tulungagung tahun 2020.

Bupati Tulungagung, Drs. Maryoto Birowo, M.M., bersama Forkompimda dengan penuh kidmat menyambut kedatangan arak–arakan peserta kirab Pataka atau Panji lambang daerah Kabupaten Tulungagung yang diiringi dengan dua buah tumpeng raksasa (Tumpeng lanang dan Tumpeng wadon) di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bangsa. Rabu,(18/11/2020).

Dalam masa Pandemi covid 19, arak-arakan dan prosesi Bersih Nagari tahun ini berbeda dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Peserta dibatasi sesuai protokol kesehatan.

Arak–arakan di mulai dari halaman luar Pendopo. Rombongan pertama dari group drum band tradisional, diikuti raja dan ratu berserta prajurit dan penari serta pembawa panji (Pataka) Tulungagung dan 2 buah tumpeng raksasa berupa Tumpeng Lanang dan Tumpeng Wadon dan diikuti beberapa tokoh adat yang mengenakan pakaian tradisional Jawa.

Dalam prosesi peringatan Hari Jadi Ke-815 ditandai dengan Penyerahan Pataka lambang kabupaten Tulungagung dari ketua DPRD kepada Bupati Tulungagung dan di lanjutkan pemotongan tumpeng oleh Bupati Tulungagung.

Bupati Maryoto Birowo Saat Di Wawancara Sejumlah Awak Media 

Saat di wawancara usai acara Bersih Nagari, Bupati Tulungagung Maryoto Birowo mengatakan bahwa, penyelenggaraan puncak acara Hari Jadi Ke-815 Kabupaten Tulungagung berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya karena penerapan prokes.

 “Kalau dulu terbuka dengan tamu undangan yang banyak, sekarang undangannya terbatas. Hal ini untuk penerapan protokol kesehatan, physical distancing,” ucapnya.

Bupati menyebut, acara bersih nagari saat ini sifatnya tidak mengundang massa. Seluruh undangan diharuskan melakukan penerapan prokes dengan ketat, termasuk mengenakan masker. “Yang nomor satu tetap penerapan protokol kesehatan. Mata rantai penularan Covid-19 harus diputus,” jelasnya.

Bahkan gunungan sesaji tumpeng yang bernama Buceng Lanang dan Buceng Wadon yang biasanya dibawa ke luar pagar Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso untuk diperebutkan masyarakat saat ini juga tidak dilakukan.

Rebut Gununhan oleh undangan di Halaman Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso 

Kedua gunungan diperebutkan oleh undangan yang terbatas di dalam Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso. "Dengan peringatan ini diharapkan mampu memacu semangat warga masyarakat Kabupaten Tulungagung dalam meningkatkan perekonomian warga Tulungagung guna memajukan pembangunan Kabupaten Tulungagung kedepan yang menuju Ayem Tentrem Mulyo lan Tinoto," harap Bupati.

Setelah dilakukan do’a bersama, tumpeng buceng lanang dan wadon dibawa keluar untuk diperebutkan para warga. Seperti yang di ketahui, peringatan Hari Jadi Tulungagung selalu digelar pada tanggal 18 November.

Penentuan hari ulang tahun tersebut mengacu pada Prasasti Lawadan yang terdapat di Desa Wates Kecamatan Campurdarat. Dalam prasasti itu tertulis Sukra Suklapaksa Mangga Siramasa, yang artinya Jumat Pahing 18 November 1205. ( AG )

Pewarta : A.purnomo.

OPOSISI NEWS VERSI CETAK

Icon

close